SIMALUNGUN - SUMUTPOS.id — Universitas Simalungun (USI) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Berdiri sejak 1965 di bawah naungan Yayasan Universitas Simalungun, USI telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi yang turut berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia di wilayah Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Tokoh pendidikan yang akrab disapa Armaya Siregar menilai keberadaan USI memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi dengan biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau.
Hal tersebut disampaikan Armaya Siregar saat memberikan pandangannya terkait perkembangan pendidikan tinggi di Kota Pematangsiantar, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, setiap orang tua tentu memiliki harapan agar anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Keinginan setiap orang tua tentunya melihat anak-anaknya menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang ada di Kota Pematangsiantar, seperti Universitas Simalungun maupun perguruan tinggi lainnya,” ujar Armaya.
Ia berharap USI dapat terus meningkatkan kualitas serta mampu menjawab tantangan zaman sehingga para lulusannya memiliki kemampuan untuk bersaing dan hidup mandiri.
Armaya juga mendorong para alumni USI agar ikut berperan aktif dalam memperkenalkan kampus kepada masyarakat. Menurutnya, alumni memiliki posisi strategis sebagai bagian dari keluarga besar USI untuk menyampaikan berbagai keunggulan dan perkembangan kampus kepada calon mahasiswa maupun masyarakat luas.
“Alumni diharapkan ikut melakukan promosi dan menyampaikan kepada masyarakat tentang keberadaan serta perkembangan USI. Di sisi lain, pihak internal kampus juga perlu memperbanyak kegiatan seperti seminar, diskusi publik dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya,” katanya.
Menurut Armaya, kegiatan tersebut bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu sarana memperkenalkan USI sehingga semakin dikenal dan mampu menarik minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.
Ia menambahkan, keinginan orang tua menyekolahkan anak hingga memperoleh gelar sarjana saat ini bukan lagi sekadar mengejar status pendidikan, tetapi sudah menjadi tuntutan perkembangan zaman.
“Orang tua menginginkan anaknya masuk universitas untuk meraih gelar sarjana. Setelah menyelesaikan pendidikan S1, untuk memperoleh pekerjaan yang baik saat ini setidaknya seseorang harus memiliki gelar sarjana,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, keinginan tersebut terkadang terbentur dengan tingginya biaya pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang berada di Kota Medan maupun Jakarta. Kondisi tersebut dinilai belum tentu dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Karena itu, menurut Armaya, keberadaan Universitas Simalungun sejak 1965 menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan masyarakat di wilayah Pematangsiantar dan Simalungun terhadap akses pendidikan tinggi yang lebih dekat dan terjangkau.
“Dengan berdirinya Universitas Simalungun sejak tahun 1965, ini merupakan kerinduan dan harapan banyak orang tua agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa harus pergi jauh ke Medan atau Jakarta,” ujarnya.
Armaya juga menilai USI memiliki sejumlah potensi yang dapat terus dikembangkan. Selain memiliki lokasi kampus yang strategis dan lahan yang cukup luas, USI juga memiliki sejumlah fakultas serta program Pascasarjana (S2) dengan berbagai bidang keilmuan.
“Di Kota Pematangsiantar memang terdapat sejumlah perguruan tinggi lainnya. Namun, Universitas Simalungun memiliki lokasi yang strategis, lahan yang luas, serta berbagai fakultas dan program Pascasarjana yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Armaya menilai keberadaan ribuan alumni USI merupakan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan dalam mendorong perubahan dan pembangunan daerah.
Menurutnya, apabila potensi lulusan USI dapat dioptimalkan dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Pematangsiantar maupun Pemerintah Kabupaten Simalungun, maka kontribusi USI terhadap pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah akan semakin besar.
“USI telah melahirkan ribuan alumni. Ini merupakan potensi besar untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Tinggal bagaimana pemerintah daerah bersama pihak kampus dan para alumni mampu memaksimalkan potensi tersebut untuk kemajuan Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun,” pungkasnya.
Dedi Sinaga
