PEMATANGSIANTAR.sumutpos.id — Rotasi besar kembali terjadi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi sejumlah perwira menengah, termasuk pergantian pucuk pimpinan di Polres Pematangsiantar dan Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara (Sumut).
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor ST/878/VIII/KEP/2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang ditandatangani AS SDM Polri Irjen Pol Hendra Kurniawan.
Dalam telegram tersebut, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pematangsiantar mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Serdang Bedagai.
Sah Udur menggantikan AKBP Jhon Herry Rakutta Sitepu, yang selanjutnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Wadir Polair Polda Sumut.
Sementara kursi Kapolres Pematangsiantar kini dipercayakan kepada AKBP Dhana Noer Kurniawan. Sebelum mendapat amanah tersebut, Dhana menjabat sebagai Kabag Ops Polrestabes Medan Polda Sumut.
Pergantian juga terjadi di tubuh Polres Simalungun. AKBP Marganda Aritonang yang sebelumnya memimpin Polres Simalungun mendapat tugas baru sebagai Wadir Samapta Polda Sumut.
Posisi Kapolres Simalungun selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Hendri Nupia Dinka Barus, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Sumut.
Dengan demikian, dua wilayah hukum yang berdekatan dan memiliki karakteristik serta tantangan kamtibmas yang cukup dinamis tersebut akan memasuki fase kepemimpinan baru.
Pergantian pucuk pimpinan di Polres Pematangsiantar dan Polres Simalungun diharapkan tidak hanya menjadi penyegaran organisasi, tetapi juga mampu membawa peningkatan dalam pelayanan kepolisian, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta penguatan sinergitas dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Polda Sumut Benarkan Mutasi
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan adanya rotasi dan mutasi jabatan tersebut.
Menurut Ferry, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan untuk pengembangan diri personel, pembinaan karier, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Ia menegaskan, pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah di lingkungan institusi Polri.
Rotasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya organisasi dalam menempatkan personel sesuai dengan kompetensi, pengalaman dan kebutuhan tugas di masing-masing wilayah.
Dengan hadirnya pejabat baru, publik tentu menaruh harapan agar kepemimpinan di Polres Pematangsiantar dan Polres Simalungun semakin mampu menjawab berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Terlebih, tantangan tugas kepolisian di wilayah perkotaan maupun kabupaten terus berkembang, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang responsif, profesional, humanis dan mampu membangun komunikasi yang kuat dengan masyarakat.
Selanjutnya, proses serah terima jabatan akan menjadi tahapan penting sebelum para pejabat baru secara resmi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di wilayah masing-masing.
Sumber: Divhumas Poldasu
Reporter: Dedi Sinaga
