Toba - Sumutpos.id - Sebanyak 18 siswa Yayasan Bonapasogit Sejahtera (YBS) bersama dua orang pembina diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, yang akan dilaksanakan pada tanggal 13–20 Agustus 2026.
Pelepasan rombongan kontingen YBS dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Rangkaian Keberangkatan diawali dari lingkungan Yayasan Bonapasogit Sejahtera, kemudian dilanjutkan ke halaman Kantor Bupati Toba. Seluruh peserta selanjutnya diberangkatkan dari halaman Kantor Bupati Toba menuju Jakarta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jambore Nasional.
Dalam prosesi pelepasan di halaman Kantor Bupati Toba, turut hadir jajaran pengurus Yayasan Bonapasogit Sejahtera, yakni Bapak Jonner Sianturi dan Ibu Labueni Siboro, serta Koordinator Sekolah YBS, Ibu Kastri Manalu. Kehadiran jajaran yayasan dan sekolah tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus pendampingan moral kepada para siswa yang akan membawa nama YBS dan Kabupaten Toba dalam kegiatan Pramuka tingkat nasional.
Pelepasan kontingen kemudian dilakukan oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, S.H., M.Si., bersama jajaran yang hadir. Momentum tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Yayasan Bonapasogit Sejahtera dan Kabupaten Toba, mengingat para peserta tidak hanya berangkat untuk mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga membawa nama keluarga, sekolah, yayasan, serta Kabupaten Toba dalam kegiatan tingkat nasional.
Ketua Yayasan Bonapasogit Sejahtera, Teaczhey Sinyal, dalam arahannya berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah mereka dapatkan.
Nikmati, jalankan, dan bawa nama baik YBS serta nama baik Kabupaten Toba. Kalian membawa nama yayasan, sekolah, orang tua, dan daerah. Tunjukkan sikap yang baik, disiplin, bertanggung jawab, serta hormati setiap orang yang kalian temui,pesannya.
Teaczhey juga mengatakan bahwa Jambore Nasional bukan hanya sekadar kegiatan perkemahan, tetapi menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar mandiri, membangun kedisiplinan, kepemimpinan, persaudaraan, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap sikap dan tindakan peserta selama berada di perjalanan maupun di lokasi Jambore akan turut mencerminkan nama baik Yayasan Bonapasogit Sejahtera dan Kabupaten Toba.
“Jaga sikap, jaga kekompakan, dan jadilah pribadi yang bisa membawa kebanggaan bagi YBS dan Kabupaten Toba,” katanya.
Selanjutnya, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, S.H., M.Si., turut memberikan pesan kepada para peserta. Ia menyebut kesempatan mengikuti Jambore Nasional merupakan pengalaman berharga yang tidak semua anggota Gerakan Pramuka mendapatkannya.
“Ini merupakan satu pengalaman yang sangat berharga. Tidak semua anggota Gerakan Pramuka pernah mengalami kegiatan seperti ini, terlebih sampai mengikuti kegiatan tingkat nasional,” ujar Audi Murphy.
Menurutnya, Jambore Nasional menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertemu dengan anak-anak dari berbagai daerah, suku, budaya, dan latar belakang. Karena itu, para peserta diminta membuka diri dan memanfaatkan momentum tersebut untuk belajar memahami keberagaman Indonesia.
Bergabunglah dengan teman-teman dari berbagai daerah. Inilah Indonesia. Berbeda suku, berbeda budaya, berbeda karakter, tetapi kita dapat hidup dan berkegiatan bersama. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga,” Ujarnya.
Audi Murphy menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.
“Banyak orang pandai dan banyak orang pintar, tetapi yang paling kita butuhkan adalah bagaimana seseorang menjadi manusia yang berkarakter baik. Itulah yang paling penting kita banggakan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung perjalanan darat yang akan ditempuh kontingen YBS menuju Jakarta selama kurang lebih dua malam tiga hari. Menurut Audi Murphy, perjalanan panjang tersebut hendaknya tidak dianggap sebagai beban, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang kelak akan dikenang para peserta.
“Kalau kita naik pesawat, mungkin hanya dua jam sudah sampai. Tetapi belum tentu ada pengalaman yang bisa kita ceritakan. Justru perjalanan dua malam tiga hari ini menjadi bagian dari pengalaman yang akan kalian ingat selama hidup mu, ujarnya pak wakil Bupati Toba.
Audi Murphy juga memberikan perhatian khusus kepada dua orang pembina yang mendampingi kontingen. Ia meminta agar pembina memastikan kondisi kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta selama perjalanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Di tangan kakak-kakak pembina inilah keceriaan dan sukacita anak-anak ini dapat terwujud. Mereka masih remaja, sehingga pembina harus melihat hal-hal yang mungkin belum mereka pikirkan.
Kalau ada keluhan atau sesuatu yang dirasakan,segera sampaikan kepada pembina. Jangan dipaksakan. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi yang utama,” tegasnya.
Peserta juga diingatkan untuk mengatur waktu istirahat dan penggunaan telepon seluler agar kondisi fisik tetap prima selama mengikuti kegiatan.
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K. juga menegaskan bahwa para peserta merupakan siswa terpilih dari sekian banyak anak di Kabupaten Toba untuk mengikuti kegiatan tingkat nasional.
Adik-adik yang berangkat ke Jambore Nasional Cibubur adalah orang-orang yang terpilih. Kalian terpilih untuk mewakili Kabupaten Toba,” ujar Kapolres.
Menurutnya, predikat sebagai peserta Jambore Nasional bukan hanya sebuah kesempatan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga, sekolah, Gerakan Pramuka, yayasan, dan Kabupaten Toba.
Tanamkan dalam diri kalian semua bahwa kepergian ini membawa nama baik keluarga dan nama baik Kwartir Cabang Kabupaten Toba Berangkatlah dengan kebanggaan dan pulanglah dengan kehormatan,pesan Kapolres Toba.
Kapolres kemudian menyampaikan sebuah prinsip yang pernah diterimanya ketika masih menjadi perwira remaja di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Prinsip tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menjaga kehormatan institusi.
Kwartir Toba boleh jelek, tapi bukan di zaman saya. Kalau itu kita tanamkan dalam diri, ke mana pun kita pergi dan di mana pun kita berada, kita akan memiliki awareness dan rasa tanggung jawab yang besar, ujarNya. .
Kapolres berharap para peserta mampu menunjukkan karakter, disiplin, sopan santun, serta sikap positif selama mengikuti seluruh rangkaian Jambore Nasional.
Kalian membawa nama baik daerah. Tunjukkan bahwa anak-anak dari Toba mampu, memiliki karakter, disiplin, dan mampu menjaga kehormatan daerah, pesannya.
Setelah seluruh rangkaian pelepasan dilaksanakan, 18 siswa bersama dua pembina kemudian diberangkatkan dari halaman Kantor Bupati Toba untuk memulai perjalanan menuju Kota Jakarta.
Keberangkatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan mengikuti sebuah kegiatan nasional,akan tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, kedisiplinan, toleransi, dan kemampuan bersosialisasi.
Para peserta juga diharapkan mampu menjalin persahabatan dengan Pramuka dari berbagai daerah serta membawa pulang pengalaman positif untuk dibagikan kepada teman-teman di Kabupaten Toba.
Berbagai pesan yang disampaikan dalam rangkaian pelepasan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal, yakni menjaga kesehatan, menikmati setiap proses, menjalankan seluruh kegiatan dengan penuh tanggung jawab, serta membawa nama baik Yayasan Bonapasogit Sejahtera dan Kabupaten Toba.
Dengan semangat tersebut, kontingen YBS diharapkan mampu
berangkat dengan kebanggaan, mengikuti Jambore Nasional dengan penuh semangat, dan kembali ke Kabupaten Toba dalam keadaan sehat dengan membawa pengalaman, prestasi, serta kehormatan.
(Red Sp.Id/JM)

