BENGKALIS — Sumutpos.id — Dugaan pelanggaran berat dan penyalahgunaan wewenang menodai penegakan hukum di wilayah hukum Polres Bengkalis. Dr. Doni Warianto, S.H., M.H., mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait dugaan tindakan rekayasa perkara yang dilakukan oknum dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis, khususnya jajaran Unit Operasional dan penyidik.
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan, modus yang diduga dilakukan oknum tersebut sangat sistematis dan mencederai rasa keadilan: mulai dari merekayasa barang bukti dengan tujuan menakut-nakuti warga sasaran agar merasa terancam dan bersedia menyerahkan sejumlah uang, memanipulasi tanggal dan waktu terjadinya peristiwa pidana dalam berkas, hingga tindakan yang sangat meresahkan—memaksa seseorang yang sama sekali tidak berada di lokasi kejadian untuk hadir di TKP seolah-olah terlibat dalam tindak pidana, dan hal ini disaksikan langsung oleh warga setempat.
“Peristiwa ini bukan sekadar dugaan. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Wasidik Narkoba Polda Riau telah menguatkan bahwa laporan kami terkait rekayasa perkara, rekayasa barang bukti, dan rekayasa peristiwa pidana tersebut benar adanya,” tegas Doni.
Ia memohon kepada Pimpinan Kapolda Riau hingga Kapolri untuk meluangkan waktu memeriksa secara langsung dokumen hasil pemeriksaan tersebut. Doni juga menegaskan keseriusan dan tanggung jawab penuh atas pernyataannya: “Jika Bapak tidak percaya, Bapak boleh menahan saya. Saya siap menyerahkan seluruh bukti pendukung. Jika saya berbohong, saya siap menanggung segala risiko hukum yang berlaku.”
Lebih lanjut, Doni mengingatkan agar nama baik institusi kepolisian yang selama ini dipercaya masyarakat tidak ternoda oleh oknum yang memanfaatkan amanah jabatan semata untuk memperkaya diri sendiri dan berfoya-foya dengan menyalahgunakan kewenangan. “Kepolisian adalah lembaga yang seharusnya ada di hati masyarakat. Jangan biarkan ambisi kekayaan pribadi mengorbankan keadilan,” ujarnya.
Doni menyatakan ini adalah bagian pertama dari pernyataan yang disampaikan. Pada tahap kedua, ia berjanji akan membeberkan seluruh bukti dan fakta secara gamblang demi membongkar apa yang disebutnya sebagai peristiwa yang sangat miris ini.
Hingga berita ini dimuat, Sumutpos.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Bengkalis maupun Polda Riau guna mendapatkan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Sumutpos.id akan terus memantau perkembangan kasus ini demi menjaga kebenaran dan keadilan. (Red)
