SUMUTPOS.ID – Kabar duka yang menyelimuti dunia kedokteran Indonesia mendadak geger. Seorang dokter muda berbakat asal Medan yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dr. Alex Cristo Loris Situmorang, M.K.M., ditemukan meninggal dunia secara tragis pada Selasa (14/7/2026).
Jasad korban ditemukan di sebuah lahan kosong bersemak tepat di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penemuan ini langsung memicu penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian.
Kronologi Hilangnya Korban hingga Penemuan Jasad
Sebelum ditemukan tak bernyawa, dokter muda yang sedang menempuh PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) ini sempat dilaporkan hilang misterius.
- Senin, 13 Juli 2026 (18.00 WIB): Korban terakhir kali terlihat sebelum akhirnya kehilangan kontak. Ia tidak kembali ke rumah dinasnya yang berada di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak.
- Pencarian 16 Jam: Pihak keluarga dan rekan kerja yang cemas karena dr. Alex tidak bisa dihubungi selama belasan jam langsung melakukan upaya pencarian mandiri.
- Selasa, 14 Juli 2026 (12.23 WIB): Pencarian berakhir pilu. Jasad dr. Alex ditemukan terlentang di semak-semak samping rumah sakit.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian rapi berupa kemeja lengan panjang biru muda dan celana kain hitam. Berdasarkan pemeriksaan awal di TKP, terdapat memar atau lebam di beberapa bagian tubuh korban, dan kondisi jenazah dilaporkan sudah mulai didatangi serangga.
Tangis Histeris Sang Istri Pecah di TKP
Suasana di lokasi kejadian seketika berubah menjadi sangat memilukan saat istri korban tiba di TKP. Perempuan yang baru dinikahinya selama satu tahun tersebut tak kuasa menahan dada yang sesak.
Sambil menangis histeris, ia langsung merengkuh dan memangku kepala suaminya yang sudah terbujur kaku di tanah sebelum petugas mengevakuasi jasad korban.
Diketahui, dr. Alex baru saja membina bahtera rumah tangga bersama dr. Yuliati Marbun. Keduanya melangsungkan pernikahan kudus pada 6 Juli 2024 lalu di Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosario, Bagan Batu. Tak dinyana, kebersamaan mereka harus terpisahkan begitu cepat oleh maut.
Polisi Selidiki Penyebab Kematian, CCTV Diamankan
Aparat dari Polres Siak bergerak cepat melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian pun telah dimintai keterangan secara maraton.
Guna mengungkap tabir di balik kematian dokter muda ini, polisi membawa jenazah dr. Alex ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk dilakukan proses autopsi. Selain itu, beberapa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area rumah sakit telah diamankan penyidik.
"Kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam dan komprehensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu hasil autopsi resmi serta penyelidikan dari pihak berwenang," ujar perwakilan kepolisian setempat.
Sosok Berprestasi Alumni FK UMI Medan
Kepergian dr. Alex menyisakan duka yang teramat dalam bagi dunia medis, khususnya di Sumatra Utara dan Riau. Almarhum merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan yang dikenal cerdas dan ulet. Sebelum mengambil spesialis, ia juga telah menyelesaikan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M.).
Ucapan belasungkawa kini terus mengalir dari berbagai organisasi profesi kedokteran, sejawat PPDS, hingga kerabat dekat di media sosial. Selamat jalan dr. Alex Cristo Loris Situmorang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan melewati masa-masa sulit ini. (Red/SP)
