Mimbar kasih
(Minggu Paskah VII)
Doa Sang Imam Agung
(Yohanes 17:1-11a)
Oleh: Julister Sihite, S.Pd
Dunia ini penuh kejahatan, tipu daya, "homo homo ni lupus," manusia serigala bagi manusia lainnya, panggung sandiwara, gudang kemunafikan, "siapa lu siapa gue, lu and me and," egois, rakus, dll.
Oleh karena jahatnya dunia ini, Tuhan Yesus berdoa untuk murid - muridNya. Agar murid - muridnya mampu dan tampil untuk menyelamatkan dunia.
Yesus mengutus kita untuk mengkomunikasikan Injil, dengan membawa penyejukan bagi dunia. Garam dan terang serta menjadi mercusuar kebenaran kasih.
Ia berdoa, agar kita selalu dilindungi dari semua pengaruh buruk dunia. Supaya kita dikuduskan dalam kebenaran, dengan cara memasukkan kita dalam relasi penuh kasih bersama Allah Bapa.
Dengan tetap tinggal di dalam kasih, kita berada di dalam Allah dan Allah di dalam kita. Inilah yang membuat kita tampil berbeda dengan dunia ini.
Minggu ini, kita juga merayakan HARI KOMUNIKASI SEDUNIA. Dengan komunikasi yang tepat bagi setiap individu dan kelompok, kita menyampaikan perdamaian dan kesejukan kasih kepada dunia. Mimbar Kasih.
Bersama pergumulan hidup sehari - hari yang penuh tantangan, kita sering menyesuaikan diri dengan dunia, dan gampang memaafkan diri serta mengikuti pola dan arus dunia.
Maka kita mohon kepada Tuhan Yesus, agar kita tetap kuat dalam keterikatan dengan Allah Bapa, supaya kita mampu menghalau segala daya tarik duniawi.
Semoga dengan keterikatan dan hubungan mesra kita dengan Tuhan dalam doa, dan kerja nyata dalam kasih, kita mampu meningkatkan komunikasi yang bernuansa positif, membahagiakan, memberi harapan dalam kasihNya.
Dengan demikian, kita dapat menyingkirkan dan menjauhkan segala komunikasi negatif, yang menyakitkan dan membuat orang lain cemas, gelisah dan takut. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.
