MEDAN, SUMUTPOS.ID – Jagat media sosial di Sumatera Utara tengah dihebohkan oleh unggahan viral terkait dugaan malpraktik pengangkatan rahim seorang pasien bernama Mimi Maisyarah di RS Muhammadiyah Medan. Menanggapi kegaduhan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat melakukan investigasi mendalam.
Kronologi dan Investigasi
Kasus ini mencuat setelah keluarga pasien meluapkan kekecewaannya di lini massa, mengklaim adanya prosedur medis yang dianggap tidak sesuai. Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim bersama Satgas Mutu dari Dinkes Kota Medan dan Persatuan Rumah Sakit (PERSI) wilayah Sumut sejak Rabu (22/4/2026).
"Kami sudah turun ke RS Muhammadiyah untuk mengumpulkan informasi awal. Hari ini kami juga berencana menemui pasien dan keluarganya untuk mendapatkan keterangan penyeimbang agar masalah ini terlihat secara objektif," ujar Hamid Rijal kepada awak media.
Dugaan Masalah Komunikasi
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menilai ada indikasi kuat bahwa persoalan ini berawal dari masalah komunikasi antara petugas medis dan pihak keluarga. Meski demikian, Dinkes juga tidak menutup mata terhadap kemungkinan lain.
Selain RS Muhammadiyah, tim investigasi juga akan memintai keterangan dari RS Haji Medan, tempat pasien tersebut sempat dirujuk, guna melengkapi kronologi medis secara utuh.
Peringatan untuk Fasilitas Kesehatan
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sumatera Utara untuk memperkuat transparansi informasi kepada pasien. Dinkes Sumut menegaskan akan bertindak adil: melindungi nama baik rumah sakit jika prosedur sudah benar, namun tetap akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan kelalaian prosedur.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Muhammadiyah Medan menyatakan kooperatif terhadap proses investigasi yang sedang berjalan. (Red/Ald)
