-->

Notification

×

Iklan

Iklan

 


Tag Terpopuler

SALIB TANDA KASIH

Jumat, 03 April 2026 | April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T01:27:39Z

 


MIMBAR KASIH

(Jumat Agung)


                          SALIB TANDA KASIH

                             (Yoh 18:1-19:42)

Oleh: Julister Sihite, S.Pd

Pada Jumat Agung, kita mengenang penderitaan dan wafat Yesus Kristus. Kita menyaksikan keagungan dan kebesaran kasih Allah bagi manusia.


Putra Allah tidak hanya sebatas solider dan senasib dengan manusia, namun telah mengosongkan diri dan menjadi hamba, merendahkan diri dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Dari salib yang hina itu lahirlah kehidupan. Yesus mengalami nasib biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati supaya menghasilkan buah dalam kelimpahan.


Bagi orang Yahudi, Kristus yang mati di salib adalah suatu batu sandungan dan suatu kebodohan untuk orang bukan Yahudi. Tetapi untuk orang yang dipanggil, Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah.


Wafat Yesus di salib, memiliki makna yang baru. Penebusan ditegakkan. Salib menjadi jalan menuju kehidupan, keselamatan dan kemenangan.


Pada hari Jumat Agung, di salib ditinggikan seorang Raja, Raja yang penuh kasih. Pada salib itu, kita hanya memandang satu kata yakni KASIH. Kasih itulah yang membebaskan kita.


Rasul Petrus, menyadarkan kita betapa berharganya kita di mata Tuhan, "Sebab kamu, tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia - sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu, itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,  melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus."


Memanggul salib adalah tanda kemuridan yang sejati, agar dunia diselamatkan. Apa jawaban dan tanggapan kita terhadap cinta Yesus yang rela mempertaruhkan nyawa???


Pada hari ini, kita diajak untuk menimba semangat dan kerelaan berkorban untuk solider dan berbelarasa tanpa batas. Kemiskinan kian merajalela, masih adakah tangan yang meringankan penderitaan sesama???


Kitapun bisa tampil, seperti Simon dari Kirene, seperti orang Samaria yang baik hati, bukan dengan terpaksa tetapi dengan rela. Karena kita sendiri telah mengalami pertolongan dan pengurbanan Yesus. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.(***)

×
Berita Terbaru Update