-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polres Labuhanbatu Bongkar Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, Sita Sabu dan Ekstasi Senilai Rp39 Miliar

Selasa, 03 Maret 2026 | Maret 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T12:56:30Z

 


Labuhanbatu, (sumutpos.id) Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap upaya peredaran narkotika skala besar yang diduga terhubung jaringan lintas provinsi dan berpotensi terkait sindikat internasional. Dalam operasi yang digelar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, petugas menyita 31,5 kilogram sabu dan 30.000 butir ekstasi dengan estimasi nilai ekonomis mencapai Rp39 miliar.selasa 3/3/26


Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, dalam konferensi pers di Mapolres Labuhanbatu, Rantauprapat, menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil tindak lanjut atas informasi masyarakat yang diterima sehari sebelumnya. Tim yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Hardiyanto bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil menghentikan satu unit mobil Honda City di Jalan Lintas Sumatera, wilayah Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu.


Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua karung berisi 30 bungkus sabu kemasan kuning emas bertuliskan aksara Tiongkok dengan total berat bruto 31,5 kilogram. Selain itu, ditemukan enam bungkus plastik berisi 30.000 butir pil ekstasi berwarna merah muda.




Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua karung berisi 30 bungkus sabu kemasan kuning emas bertuliskan aksara Tiongkok dengan total berat bruto 31,5 kilogram. Selain itu, ditemukan enam bungkus plastik berisi 30.000 butir pil ekstasi berwarna merah muda.


Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun serta denda hingga Rp10 miliar.

Kapolres menegaskan komitmen institusinya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Labuhanbatu. Pihak kepolisian juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta memburu aktor utama yang diduga mengendalikan distribusi tersebut.


Pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika serta mencegah dampak sosial yang lebih luas di masyarakat.


(Fitriadi)

×
Berita Terbaru Update