-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Iran Membara! Putri dan Cucu Ayatollah Khamenei Tewas dalam Serangan Udara Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | Maret 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-01T04:56:31Z

 


TEHERANSumutPos.id; Dunia internasional diguncang kabar duka dari Republik Islam Iran. Media pemerintah Iran, Fars News Agency, mengonfirmasi bahwa sejumlah anggota keluarga dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei turut menjadi korban tewas dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.


​Berdasarkan laporan yang mengutip sumber internal dari kediaman Pemimpin Tertinggi, korban tewas meliputi seorang putri, menantu laki-laki, menantu perempuan, dan cucu perempuan dari Ali Khamenei.


​"Setelah menjalin kontak dengan sumber terpercaya di rumah tangga Pemimpin Revolusi, kabar syahidnya putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Tertinggi dengan sangat menyesal telah dikonfirmasi," tulis laporan Fars News yang kemudian dikutip oleh berbagai media internasional seperti Reuters dan Al Arabiya, Minggu (1/3/2026).


Kompleks Kediaman Hancur Akibat Bom 'Bunker-Buster'

Serangan yang diberi sandi operasi "Epic Fury" oleh Gedung Putih ini dilaporkan menargetkan infrastruktur militer strategis dan kompleks keamanan tinggi di Teheran. Analisis citra satelit menunjukkan kerusakan parah pada kompleks kediaman Khamenei yang selama ini dijaga ketat.


​Para ahli militer menyebutkan bahwa pola ledakan konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster) yang dirancang khusus untuk menembus lapisan beton fasilitas bawah tanah yang diperkuat.


Simpang Siur Kondisi Ali Khamenei

Sementara itu, kondisi Ayatollah Ali Khamenei sendiri sempat menjadi simpang siur. Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social-nya sempat mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut. Namun, pihak Teheran awalnya membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai "perang urat syaraf" (psikologis) untuk meruntuhkan moral pasukan Garda Revolusi (IRGC).


​Meski demikian, laporan terbaru dari televisi pemerintah Iran mulai menyiarkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari, yang mengindikasikan pukulan telak bagi kepemimpinan teokrasi Iran.


Reaksi Global dan Eskalasi di Timur Tengah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan ini adalah hasil perencanaan matang selama berbulan-bulan untuk melumpuhkan pusat komando Iran. Sebaliknya, IRGC bersumpah akan melakukan pembalasan setimpal terhadap target-target AS dan Israel di kawasan Teluk.


​Hingga berita ini diturunkan, situasi di Teheran dilaporkan masih mencekam dengan pemadaman layanan komunikasi di beberapa titik, sementara ribuan pendukung pemerintah mulai turun ke jalan untuk mengecam serangan tersebut. (Ald/Red)

×
Berita Terbaru Update