mandailing natal - sumutpos,id - Kegiatan penyelewengan BBM subsidi di Kabupaten Mandailing Natal bukan lagi hal baru dan diduga sudah terstruktur secara massif
Dalam hal ini Polres Madina diduga kuat tutup mata sehingga para mafia BBM bebas berkeliaran dan melaksanakan aksinya
Hasnul Habib Rangkuti ketua IMA Madina Stain Mandailing Natal menyebutkan ada 29 orang terduga Mafia BBM di Wilayah Mandailing Natal yang sudah dikantongi nama dan alamatnya berdasarkan hasil investigasi lapangan
"Sampai saat ini ada 29 orang yg diduga merupakan pemain minyak, adapun rincian nya dari wilayah kelurahan Sipolu-polu ada S, J, Z, F, D, A, K, F, S
Pidoli W
Banjar Sauh H
Dalan lidang H
Aek godang E
Gunung tua D, B
Parbangunan T
Purba lamo I
Kayu laut T dan C
Panyabungan Jae R/A
Mompang Julu B
Longat A
Malintang F
Tano tiris 2 unit mobil kijang kapsul"
Kuat dugaan ada permainan oleh Oknum APH sehingga Kegiatan Mereka ini bisa luput dari pengawasan, Maka daei itu Habib menantang Polres Madina untuk mengungkap mafia-mafia BBM di Madina agar kesan adanya upeti atau stabil yang menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat dapat di tepis
" kami menantang Kapolres Baru AKBP Bagus Priandy SIK untuk mengungkap dugaan adanya oknum anggotanya yang menerima setoran Bulanan dari para Mafia Minyak Subsidi di Madina agar kesan bahwa Polres Madina bersih dari Kegiatan tersebut dapat dibuktikan di tengah-tengah masyarakat, dan nama Polri di Madina kembali terbersih kan" ungkap Habib (red-sumutpos.id-kabiro-tabagsel-madina-a.s)

