-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aktivis Pro-Palestina Ditahan Otoritas Tunisia, Rencana Pengiriman Bantuan Kapal Kemanusiaan ke Gaza Terhambat

Sabtu, 07 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T07:14:28Z

 

Warga Palestina memikul karung tepung yang diturunkan dari konvoi bantuan kemanusiaan yang tiba di Kota Gaza dari wilayah utara Jalur Gaza, Minggu, 24 Agustus 2025. (Foto AP/Abdel Kareem Hana, File)


TUNISIA, SUMUTPOS.ID– Otoritas Tunisia menahan sejumlah aktivis pro-Palestina pada Jumat (6/3/2026) waktu setempat. Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait persiapan kampanye internasional armada kapal kemanusiaan (flotilla) baru yang bertujuan menembus blokade Israel di Jalur Gaza.


Dugaan Pelanggaran Dana Hibah

​Media lokal Tunisia melaporkan bahwa unit kejahatan finansial Garda Nasional Tunisia telah membuka penyelidikan atas dugaan pencucian uang, penipuan, dan penyalahgunaan dana yang dikumpulkan melalui donasi untuk kampanye armada tersebut.


​Penyelidikan ini menyasar beberapa manajer dan anggota komite pengarah armada. Beberapa di antaranya telah ditahan sementara otoritas melakukan verifikasi terhadap asal-usul dan pengelolaan dana donasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Tunisia belum memberikan komentar resmi terkait penahanan tersebut.


Aktivis yang Ditahan

​Pihak penyelenggara menyatakan bahwa polisi menahan tiga tokoh kunci dari komite pengarah Global Sumud Flotilla dan badan pengatur Tunisia, yaitu:


  • Wael Naouar
  • Jawaher Channa
  • Nabil Channoufi

​Para penyelenggara menuduh pemerintah sengaja menargetkan aktivis yang mendukung perjuangan Palestina dan mendesak pembebasan mereka segera.


Misi Kemanusiaan di Tengah Krisis

​Penahanan ini menyusul serangkaian gangguan terhadap acara-acara terkait armada di Tunis selama beberapa hari terakhir. Rencananya, armada baru ini akan melibatkan lebih dari 1.000 aktivis, termasuk dokter, penyelidik kejahatan perang, dan insinyur.


​Kapal-kapal tersebut dijadwalkan berlayar dari Spanyol, Tunisia, dan Italia, dengan dukungan konvoi darat yang diperkirakan akan menarik ribuan partisipan lainnya.


​Kondisi di Gaza sendiri masih sangat memprihatinkan. Meskipun ratusan ribu palet bantuan kemanusiaan telah terkumpul di berbagai pintu perlintasan sejak gencatan senjata yang rapuh pada Oktober lalu, distribusi tetap terhambat. Israel dilaporkan telah menangguhkan lebih dari dua lusin organisasi kemanusiaan karena masalah aturan registrasi baru, sementara lebih dari 2 juta penduduk Gaza masih menghadapi krisis kemanusiaan hebat.


Pencekalan Tokoh Internasional

​Otoritas Tunisia sebelumnya juga melarang acara yang direncanakan pada hari Kamis di Tunis. Acara tersebut sedianya menghadirkan tokoh internasional seperti:


  • Greta Thunberg (Aktivis iklim Swedia)
  • Thiago Ávila (Aktivis Brasil)
  • Seif Abu Koshk (Penyelenggara Global March to Gaza)

​Tim Thiago Ávila mengonfirmasi via Facebook bahwa ia juga sempat ditahan di Bandara Brussel pada hari Jumat saat melakukan perjalanan dari Tunis menuju Amsterdam.


Kaitan dengan Eskalasi Regional

​Sebelum penangkapan pada hari Jumat, komite pengarah cabang Tunisia juga sempat menyerukan aksi protes di Tunis pada Sabtu malam sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini di kawasan tersebut. (Ald*Red)

Sumber: Associated Press (AP)

×
Berita Terbaru Update