SIMALUNGUN.sumutpos.id – Ada momen yang membuat hati siapapun terenyuh pada Rabu sore, 11 Maret 2026. Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, S.H., bersama anggotanya tidak sekadar duduk di balik meja dan menunggu laporan. Beliau turun langsung — mengantarkan sendiri seorang nenek tua pikun yang selama beberapa hari terlantar tanpa identitas di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, kembali ke pelukan keluarganya yang selama ini mencari-cari sang nenek dengan penuh kekhawatiran di Kota Tebing Tinggi.
Kisah haru ini bermula dari sebuah unggahan yang sempat viral di media sosial — seorang nenek lanjut usia yang tampak kebingungan, tidak mengenali siapa dirinya, dari mana asalnya, dan bagaimana ia bisa sampai di wilayah Simalungun. Tidak ada identitas yang bisa diverifikasi. Tidak ada yang bisa menyebutkan nama atau alamatnya.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu, 11 Maret 2026, sekira pukul 22.00 WIB, mengungkapkan kronologi penuh ketekunan yang dilakukan Polsek Tanah Jawa dalam mengidentifikasi nenek tersebut hingga akhirnya berhasil dikembalikan kepada keluarganya.
"Kapolsek Tanah Jawa tidak hanya mengamankan nenek tersebut, tetapi juga bekerja keras mencari identitasnya dan memastikan ia kembali ke keluarganya. Ini adalah bentuk kepedulian Polri yang sesungguhnya — hadir tidak hanya dalam urusan hukum, tetapi juga dalam urusan kemanusiaan," ujar AKP Verry Purba dengan penuh kebanggaan.
Selasa, 10 Maret 2026, pukul 10.30 WIB, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung berkoordinasi dengan Camat Tanah Jawa, Andi Supandri, untuk mencari titik terang identitas sang nenek. Langkah konvensional tidak cukup — nenek tersebut tidak bisa menyebutkan namanya sendiri karena kondisi kepikunan yang dialaminya. Maka digunakanlah teknologi — pemindaian iris mata menggunakan alat lensa mata untuk pembuatan NIK. Hasilnya luar biasa. Dari pemindaian bola mata tersebut, terungkap bahwa sang nenek berdomisili di Kelurahan Persiapan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.
Sebuah metode yang cerdas, sebuah solusi yang manusiawi. Di saat kata-kata tidak bisa membantu, teknologi menjadi jembatan yang menghubungkan seorang nenek pikun yang terlantar dengan keluarganya yang sedang berduka karena kehilangan.
Keesokan harinya, Rabu, 11 Maret 2026, pukul 15.30 WIB, Kapolsek Kompol Banuara Manurung bersama AIPTU P.E. Pakpahan tidak membuang waktu. Mereka langsung mengantarkan sang nenek ke Jalan Ikhlas Ujung, Lingkungan VI, Kelurahan Persiapan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi.
Sesampainya di sana, sebuah pemandangan yang mengharukan tersaji. Ketua Lingkungan bernama Jainal dan anggota keluarga bernama Jumaidi menyambut dengan penuh suka cita — campuran antara lega, haru, dan rasa syukur yang luar biasa karena sosok yang mereka cari akhirnya kembali dengan selamat.
"Pihak keluarga dan perangkat kelurahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polsek Tanah Jawa atas kepedulian dan kerja keras yang telah dilakukan untuk mengembalikan nenek mereka," ucap AKP Verry Purba.
Kapolsek Kompol Banuara Manurung menjelaskan kepada keluarga kondisi nenek tersebut selama berada di Simalungun — terlantar, pikun, dan membutuhkan perhatian ekstra dari orang-orang yang menyayanginya.
Hari itu, sebuah keluarga kembali lengkap. Dan Polsek Tanah Jawa telah membuktikan bahwa tugas melayani masyarakat tidak pernah mengenal batas — bahkan sampai ke luar wilayah, demi memastikan seorang nenek tua bisa kembali ke rumah dan merasakan hangatnya pelukan keluarga.
Dedi Sinaga

