Panyabungan Mandailing Natal - sumutpos.id - Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program Presiden RI Prabowo Subianto bertujuan untuk memberikan anak-anak bangsa porsi makan yang seimbang dan bergizi serta menekan stunting di NKRI
Program ini tentu bertujuan mulia, tapi seringkali dijadikan alat pemuas syahwat materi oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab seperti kejadian di wilayah Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal beberapa waktu ini, dimana pelaksanaannya tidak sesuai SOP, sebab ada beberapa temuan dilapangan terkait SPPG Bukit Malintang ini
Penggunaan air yang terindikasi tidak steril baik dalam proses memasak maupun proses pembersihan wadah tempat makanan itu jauh dari kata steril
Hal ini memicu respon dan kecaman dari berbagai Pihak seperti IMA Madina Stain Mandailing Natal yang menyayangkan sikap yayasan pengelola MBG di Kecamatan Bukit Malintang yang terkesan mengejar untung tanpa peduli akan nasib anak-anak pelajar yang akan mengkonsumsi makanan tersebut
"gila, kok bisa hal seperti penggunaan air untuk bahan konsumsi yang akan disuguhkan kepada anak-anak pelajar sumbernya jauh dari kata higenis"
"bagaimana pengawasan dan nurani penyalur MBG tersebut, apakah untung lebih di kedepankan daripada resiko yang akan ditimbulkan, ataukah demi rupiah nasib anak-anak pelajar harus dikorbankan" ungkap Ketua IMA Madina Stain Mandailing Natal Hasnul Habib Rangkuti
Sebelumnya diketahui berseliweran foto kegiatan MBG Bukit Malintang yang melakukan pencucian alat-alat makan di sungai yang diduga sunga tersebut hulunya dipergunakan MCK (Mandi Cuci Kakus) oleh masyarakat sekitarnya, dan beberapa keterangan penggunaan sumber air yang diduga tidak higenis dari SPPG Bukit Malintang ini
"Kami meminta Pemda Madina agar lebih mengatensi kegiatan Penyaluran MBG ini sebelum ada korban seperti di daerah lain dan Pemda juga diharapkan lebih selektif lagi dalam menentukan dapur penyedia agar lebih ketat dala SOP nya" harapnya.(Agus).
