-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Inilah Putra kesayanganKu, kepadaNyalah Aku berkenan dengarkanlah Dia

Sabtu, 28 Februari 2026 | Februari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T08:38:49Z

 


MIMBAR KASIH

(Minggu Prapaskah II)


                  MENDENGARKAN YESUS

                             (Matius 17:1-9)

Oleh: Julister Sihite, S.Pd

"Inilah Putra kesayanganKu, kepadaNyalah Aku berkenan dengarkanlah Dia!!!"


Penampakan kemuliaan Yesus, di atas gunung Tabor terjadi enam hari setelah Yesus memberitahukan sengsara, kematian dan kebangkitanNya.


Selama hari - hari itu, para murid bertanya - tanya dalam hati: "Sepadankah pengorbanan yang dituntut dalam mengikuti Guru yang toh sudah tahu bakal menderita dan mati???"


Saat para murid bergumul dengan pertanyaan itu, Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke suatu gunung yang tinggi. Di situ Yesus berubah rupa.


Tiba - tiba awan yang bercahaya menaungi mereka. Dari dalam awan itu terdengarlah suara: "Inilah Putra kesayanganKu, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!!!"


Ketiga murid itu tersungkur ketakutan. Yesus menyentuh mereka: "Berdirilah, jangan takut!!!" Seketika itu semua kembali normal.


Pesan suara dari dalam awan itu, terutama ditujukan kepada para murid. Petrus dan para murid lainnya diperintahkan untuk mendengarkan kehendak dan rencana Allah. 


Para murid harus mengubah cara pandang mereka tentang Yesus dan berhenti mengikuti pikiran mereka. Allah memilih jalan lain, tidak seperti yang dipikirkan manusia.


Yesus sungguh Maha Kuasa, tetapi tidak membereskan setiap persoalan seperti tukang sulap. Dia juga meniti jalan yang diwarnai pengalaman suka dan duka seorang manusia.


Lewat peristiwa transfigurasi, Allah menyapa kita, agar mendengarkan PutraNya. Mendengarkan berarti, menyesuaikan pola pikir dan mengikuti teladan Yesus.


Seperti Petrus dan para murid, kita ingin tinggal di gunungnTabor yang damai, jauh dari hempasan badai kehidupan. Kita ingin merengkuh ketenangan itu dan mendirikan kemah.


Namun, sebagai pengikut Kristus kita harus berdiri, turun dari gunung kebahagiaan untuk menemui orang banyak yang berada dalam kesusahan, keraguan dan derasnya arus kehidupan.


Masa Prapaskah ini, kita diajak untuk mendengarkan Yesus, berdiri dan pergi mengikutiNya hingga ke Kalvari. Di situ ada salib dan kematian, jalan menuju kebangkitan dan kemuliaan. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

×
Berita Terbaru Update