-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Asal Jadi, Warga Bukit Bayu Soroti Perbaikan Jembatan PTPN IV yang Hanya Gunakan Bak Bekas Lori

Senin, 27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T06:52:01Z

 



SIMALUNGUN.sumutpos.id – Masyarakat Huta Bukit Bayu, Nagori Bahjoga, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, mempertanyakan kualitas perbaikan jembatan penghubung Bahjambi–Bukit Bayu yang dilakukan oleh PTPN IV Distrik II Kebun Bah Jambi. Warga menilai pekerjaan tersebut diduga dilakukan secara asal jadi dan dikhawatirkan tidak mampu bertahan lama.


Jembatan yang berada di Afdeling I Kebun Bah Jambi itu merupakan akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Selama lebih dari satu tahun terakhir, kondisi jembatan dilaporkan mengalami kerusakan parah, bergeser dari posisi semula, dan nyaris roboh sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Menurut warga, berbagai permohonan telah berulang kali disampaikan kepada pihak perusahaan agar segera melakukan perbaikan. Namun, perbaikan baru dilakukan sekitar satu pekan lalu setelah kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan.


Alih-alih memberikan rasa aman, hasil pekerjaan justru memunculkan kekecewaan. Warga menduga perbaikan hanya dilakukan dengan memanfaatkan bak bekas lori yang diisi tanah tanpa pembangunan pondasi permanen sebagai penyangga.


Seorang tokoh pemuda yang mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada pihak PTPN IV karena telah merespons keluhan warga. Namun, ia menilai pekerjaan tersebut belum memenuhi harapan masyarakat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak perkebunan karena akhirnya melakukan perbaikan. Namun, kami melihat hasilnya masih jauh dari harapan. Yang kami butuhkan adalah jembatan yang benar-benar aman, bukan sekadar perbaikan sementara," ujarnya.


Ia menjelaskan, penggunaan bak bekas lori yang hanya diisi tanah tanpa pondasi yang kuat dikhawatirkan tidak mampu menahan derasnya arus sungai saat musim hujan.


"Kami khawatir jika terjadi banjir, bak lori beserta tanah di dalamnya akan bergeser atau bahkan hanyut karena tidak memiliki pondasi yang kokoh. Akibatnya, masyarakat kembali kesulitan beraktivitas dan keselamatan pengguna jalan terancam," katanya.


Masyarakat berharap PTPN IV Distrik II Kebun Bah Jambi segera melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut dan membangun jembatan dengan konstruksi yang lebih permanen, kuat, serta sesuai standar keselamatan.


Menanggapi keluhan tersebut, Pangulu Nagori Bahjoga, Yuky Murdyansyah, S.Ag., saat dikonfirmasi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Manajer Kebun Bah Jambi agar aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti.


"Saya akan berkoordinasi dengan pihak manajemen kebun mengenai keluhan masyarakat ini agar dapat dicari solusi yang terbaik," ujarnya.


Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Manajer PTPN IV Distrik II Kebun Bah Jambi bapak Budi Darmawan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media terkait dugaan kualitas pekerjaan perbaikan jembatan tersebut.


Warga berharap perusahaan segera melakukan penyempurnaan pembangunan jembatan sehingga akses transportasi masyarakat dapat kembali aman, nyaman, dan layak digunakan dalam jangka panjang. Mereka juga berharap PTPN IV menunjukkan komitmen terhadap keselamatan masyarakat dengan membangun infrastruktur yang berkualitas, mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan aktivitas warga Huta Bukit Bayu.


 Tim

×
Berita Terbaru Update