SIMALUNGUN.Gunung Malela, sumutpos.id – Aktivitas perjudian sabung ayam yang sebelumnya diduga rutin berlangsung setiap hari Minggu di Huta III Bawah, Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, mendadak tidak beroperasi pada Minggu (28/6/2026). Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya lokasi tersebut menjadi sorotan publik melalui pemberitaan media.
Pantauan di lokasi menunjukkan arena yang sebelumnya disebut-sebut menjadi tempat berlangsungnya perjudian sabung ayam tampak sepi dan tidak ditemukan adanya aktivitas. Penutupan total gelanggang tersebut bertepatan dengan turunnya Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Malela bersama Pangulu Nagori Marihat Bukit untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
Sejumlah warga menduga tidak beroperasinya gelanggang sabung ayam tersebut disebabkan adanya informasi yang lebih dahulu sampai kepada pihak penyelenggara, sehingga aktivitas dihentikan sebelum aparat tiba di lokasi.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku mendukung langkah aparat yang telah turun melakukan pengecekan. Namun, ia berharap penindakan terhadap dugaan praktik perjudian dapat dilakukan secara lebih maksimal.
"Memang tadi ada turun dari Polsek bersama Pak Sahrul Ginting. Mungkin karena sudah diinformasikan, jadi tidak ada lagi permainan orang itu. Walaupun begitu kami masyarakat tetap berterima kasih karena sudah ada perhatian," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat berharap apabila terdapat laporan serupa di kemudian hari, penanganan juga melibatkan jajaran Polres Simalungun sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.
"Kalau ada laporan seperti ini, maunya dari Polres Simalungun juga yang turun supaya hasilnya benar-benar maksimal. Kami hanya ingin aktivitas seperti ini benar-benar berhenti," tambahnya.
Warga menilai keberadaan arena sabung ayam tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi generasi muda yang dikhawatirkan akan meniru praktik perjudian apabila dibiarkan berlangsung.
Karena itu, masyarakat berharap aparat kepolisian terus melakukan pemantauan secara berkala agar aktivitas serupa tidak kembali beroperasi di lokasi tersebut maupun di tempat lain.
"Kami akan terus memantau untuk hari-hari ke depan. Harapan kami, jangan sampai kegiatan seperti ini muncul lagi karena efeknya bisa berdampak buruk kepada anak-anak kami dan merusak ketertiban di lingkungan," tutup warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ditemukan aktivitas sabung ayam di lokasi yang sebelumnya diberitakan. Masyarakat berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan melalui pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten apabila ditemukan adanya pelanggaran di kemudian hari.
Red/Tim
