![]() |
TUHAN YESUS, AIR HIDUP YANG KEKAL
(Yohanes 4:5-42)
Oleh: Julister Sihite, S.Pd
MIMBAR KASIH,SUMUTPOST.ID-Dalam perjalanan ke Galilea, Yesus singgah untuk melepas lelah di sebuah sumur di daerah Samaria. Sekitar jam dua belas siang, seorang prempuan Samaria datang untuk menimba air.
Yesus memulai percakapan dengan minta minum kepada prempuan itu. Mengingat hubungan yang kurang harmonis antara orang Yahudi dan orang Samaria, permintaan tersebut tentu dianggap aneh oleh prempuan tadi.
Selanjutnya, berkembang percakapan yang diwarnai kesalahpahaman dari prempuan Samaria itu. Yesus bicara secara simbolis tentang air hidup, pikiran prempuan itu tertuju pada air minum biasa.
Meskipun Yesus menjelaskan arti rohani air hidup, prempuan tadi belum menangkap maknanya. Dia mengira bahwa Yesus bicara tentang tempat dimana ada sumber air yang mengalir.
Akhirnya prempuan itu menyadari maksud Yesus setelah pembicaraan berbelok pada kehidupan pribadinya. Dia terkejut, karena Yesus mengetahui kehidupan pribadinya. Prempuan itu memandang Yesus sebagai Nabi sebab hanya Nabilah yang mengetahui hal yang tersembunyi.
Prempuan itu pernah mendengar bahwa Mesias akan datang untuk memberikan semua itu. Yesus mengatakan bahwa Mesias yang dimaksud adalah diriNya. Prempuan itu mengerti dan segera pergi mengabarkannya kepada orang - orang sekota untuk datang menemui Yesus.
Ia meninggalkan tempayannya. Ia lupa bahwa dia datang ke sumur untuk mengambil air. Prempuan Samaria itu percaya dan mewartakan imannya kepada orang lain. Banyak orang Samaria datang kepada Yesus dan percaya bahwa Yesuslah Juruselamat dunia.
Perikop Injil ini, mengajak kita menyadari bahwa Tuhan tetap mendatangi manusia, meskipun kekaburan mata batin kerap membuat sosok Tuhan Yesus kurang jelas, suaraNya sulit ditangkap oleh telinga batin yang belum peka.
Tuhan membantu kita, dengan menyapa kehidupan pribadi kita yang kerap terasa berat. Halangan sosial dan moral tidak dibiarkan membuat kehidupan rohani kita macet. Sisi - sisi gelap kehidupan ini, tidak perlu menjauhkan kita dari sumber air hidup abadi.
Kita kerap merasa sepi, kering, letih dan haus. Kita berusaha mencari kepuasan dalam hal yang sementara dan fana sifatnya. Tapi kita harus selalu ingat, dari hati Yesus yang terindah, mengalirlah aliran - aliran kehidupan: "Barang siapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum."
Khususnya dalam masa Prapaskah ini, air hidup dan rahmat yang kita Terima dari Yesus, mesti kita bagi kepada sesama, agar tak seorangpun merasa haus dalam perjalanan hidup ini. Amin. Tuhan Yesus Memberkati.
