Sei Balai , Batu Bara [20 Februari 2026] – Kondisi infrastruktur yang dinilai tertinggal dibandingkan wilayah tetangga menjadi sorotan utama dalam reses yang digelar anggota DPRD Kabupaten Batu Bara, Rachel Rismauli Paranginangin, di Kecamatan Sei Balai. Reses yang dihadiri ratusan warga ini juga menampung aspirasi terkait masalah BPJS dan program PKH.
Rachel Rismauli Paranginangin, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) IV, menggelar reses tahap I tahun 2026 di Desa Perjuangan, Dusun 6, dan Wisma Pratama, Kecamatan Sei Balai. Kesempatan ini dimanfaatkan sekitar 400 warga untuk menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung.
Kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan Kabupaten Asahan dan Batu Bara menjadi keluhan yang paling dominan. Warga menilai, perbedaan kondisi infrastruktur sangat mencolok dan pembangunan di wilayah Batu Bara terkesan kurang mendapat perhatian.
"Selain infrastruktur, kami juga mengeluhkan soal penonaktifan BPJS dan program PKH tanpa penjelasan yang jelas dari pihak desa. Bahkan, ada juga keluhan mengenai penyaluran PKH yang tidak tepat sasaran," ujar salah seorang warga yang hadir dalam reses.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Rachel Rismauli Paranginangin menyatakan akan membawa aspirasi warga ke rapat paripurna DPRD. "Saya mencatat seluruh keluhan dari warga dan ini menjadi PR bagi kami. Aspirasi ini akan saya bawa dalam rapat paripurna dan akan kami sampaikan," tegasnya.
[Rahmat Hidayat/Berita Daerah]


