Parapat - Sumutpos.Id - Puluhan warga mengatasnamakan Kelompok Tani (Pengarab) melakukan aksi blokir jalan lintas di Nagori Simpangan Bolon Mekar, Kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Kabupaten Simalungun pada Senin(28/9-2026)
Petani menuntut agar alat berat Buldozer di keluarkan dari lokasi lahan. Akibat penutupan serta pembakaran Ban di jalan arus kendaraan sempat terganggu dan macet sepanjang 5 kilo meter.
Akses jalan bisa teratasi atau lancar setelah Kapolres Simalungun AKBP Hendri Nupia D Barus turun ke lokasi bemo.
Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan mediasi antara pomparan Raja Paruma Sinaga Sidalogan, Keturunan Sinaga Porti dan petani alias Pengarab di kantor Nagori setempat.
rapat mediasi di pimpin langsung oleh Kapolres Simalungun, AKBP Hendri Nupia D Barus, Kabag OPS Polres Simalungun AKP T Simamora, Camat Girsang Simpangan Bolon Viktor Sijabat, Kapolsek Parapat AKP M Pandiangan ,Danramil 11 GSB Kapten Inf Sitorus , Pangulu Girsang Simpangan Bolon Meslyani Tamba, dan pihak Kehutanan, yang di kawal puluhan personil polri dan TNI.
Dari masing-masing kubu di ikuti 5 perwakilan. Ketika berlangsung mediasi ketiga kubu sempat terjadi perdebatan alot. Karena tidak ada titik terang mediasi, maka Rapat akan digelar kembali pada Rabu (39/9-2026) di Polres Simalungun Raya.
Menurut seorang warga M Sinaga mengatakan, akan tetap memperjuangkan lahan milik nenek moyang mereka Raja Paruma Sinaga Sidalogan. Sebab para petani adalah pengarab atau warga Parapat dan bukan warga Simpangan Bolon Mekar.
" Masa orang Parapat mengambil tanah milik kami, kalau mereka mau bertani silahkan di kampungnya di Parapat, " kata Sinaga dengan nada kesal. (Hery)


