JANGAN SESAT: ALLAH TIDAK MEMBIARKAN DIRI-NYA DIPERMAINKAN
Ajaran Sesat di Era Modern dan Dampaknya Bagi Umat dan Masyarakat
Pematangsiantar,Sumutpos.id 12/02/2026 --
Sebagai umat Kristen, kita diajarkan untuk hidup sesuai dengan kebenaran Injil yang sejati. Namun, dunia ini penuh dengan ajaran-ajaran yang tampak benar padahal sesungguhnya menyesatkan. Dalam menghadapi hal ini, kita diingatkan untuk tidak takut menyatakan dengan tegas bahwa ajaran yang menyimpang dari Alkitab adalah sesat, sekaligus tetap mengasihi mereka yang terjebak di dalamnya.
Firman Tuhan dalam Galatia 6:7 secara tegas menyatakan: "Jangan sesat: Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan, sebab apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." Kita hidup di tengah godaan dan berbagai ajaran sesat, namun sebagai umat yang diselamatkan, kita punya tanggung jawab menjaga iman serta mengingatkan sesama agar tetap pada kebenaran. Ajaran yang menyimpang dari Kebenaran harus kita sebut sesat, karena dampaknya tidak hanya merusak pemahaman tentang Allah, tetapi juga menimbulkan kerusakan mendalam dalam kehidupan rohani, keluarga, dan hubungan sosial.
DAMPAK KESESATAN DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN GEREJA
Menghancurkan Iman dan Keselamatan
Kesesatan merusak inti Injil yang kita percayai. Banyak ajaran menyatakan Yesus bukan Allah atau bukan Tuhan, bahkan menolak penggunaan nama Yesus dalam ibadah. Jika Yesus tidak dianggap sebagai Allah, maka penebusan yang Dia lakukan akan sia-sia dan keselamatan kita akan runtuh. Yohanes 14:6 berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup; tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Tanpa pengajaran yang benar tentang Kristus, Injil kehilangan kejelasan dan kekuatan untuk menyelamatkan.
Menghancurkan Hubungan dengan Tuhan
Ajaran sesat yang mengubah pandangan tentang Yesus atau Tritunggal sering memutus hubungan kita dengan Tuhan yang benar. Ketika Kristus digantikan oleh ajaran manusia, hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi terdistorsi dan kita terperangkap dalam pemahaman yang salah, sehingga tidak bisa benar-benar merasakan kasih dan kuasa-Nya.
Memutuskan Hubungan Sosial dan Keluarga
Salah satu dampak paling merusak adalah praktik pengucilan yang menyebabkan pemisahan antara keluarga, teman, dan sesama jemaat. Ajaran ini bertentangan dengan kasih Kristus yang seharusnya menyatukan kita. Keluarga yang terpisah, orang tua yang terasing dari anak-anak, dan saudara seiman yang saling menjauhi adalah bukti besar kerusakan sosial akibat kesesatan.
Menghambat Pertumbuhan Iman Sejati
Ajaran sesat sering fokus pada aturan manusia, struktur organisasi, atau pengikut setia ketimbang pada Kristus dan Firman-Nya. Hal ini menghalangi pertumbuhan iman yang sejati. Tanpa pengajaran yang benar, umat tidak bisa menghasilkan buah roh yang baik atau hidup sesuai rencana Tuhan. Matius 7:15-20 mengingatkan bahwa pohon yang tidak menghasilkan buah baik akan ditebang—iman yang salah hanya menghasilkan buah buruk.
Menghalangi Penyebaran Injil yang Sejati
Ajaran yang menyimpang tidak hanya merusak kehidupan individu, tetapi juga menghalangi penyebaran Injil yang sejati. Ketika kesesatan berkembang, orang semakin sulit mengenal Kristus yang sebenarnya, sehingga menjadi hambatan bagi pekerjaan Tuhan di dunia.
AJARAN SESAT DI ERA MODERN
Di masa kini, berbagai aliran yang menyimpang dan sesat terus muncul dan berkembang, menarik banyak orang dengan ajaran-ajarannya yang tampak menarik namun menyimpang dari Alkitab:
1. Saksi Yehuwa
Mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah melainkan makhluk pertama yang diciptakan (disebut "Pemimpin Pembantu"), menolak doktrin Tritunggal, dan mengklaim hanya 144.000 orang yang akan masuk surga. Ajaran ini dianggap menyimpang dari ajaran Alkitab tentang sifat Allah dan keselamatan yang diberikan kepada semua orang yang percaya.
2. Mormonisme (Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir)
Menerima kitab suci tambahan selain Alkitab (Buku Mormon, Doctrine and Covenants, Pearl of Great Price) dan mengajarkan doktrin tentang Allah yang berbeda dengan Kristen tradisional, seperti bahwa Allah pernah menjadi manusia dan manusia dapat menjadi seperti-Nya.
3. Unitarian Universalism
Tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan satu-satunya dan jalan keselamatan, menerima berbagai keyakinan dari berbagai agama dan filsafat dengan menganggap tidak ada kebenaran mutlak.
Hal ini bertentangan dengan ajaran Injil tentang Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju Bapa.
4. Ajaran Prosperity Gospel yang Ekstrem
Meskipun tidak semua ajaran tentang berkah materi dianggap sesat, aliran yang ekstrem mengajarkan bahwa keselamatan atau berkah Tuhan hanya didapat melalui pemberian keuangan besar, dan penyakit/kesusahan adalah tanda kurang iman atau dosa.
Ajaran ini menyimpang dari ajaran Alkitab tentang penderitaan orang percaya dan makna berkah yang sesungguhnya.
5. Gerakan New Age
Menggabungkan ajaran agama Timur, filsafat, dan mistisisme, mengajarkan bahwa setiap orang memiliki keilahian dalam dirinya sendiri, menolak konsep dosa dan kebutuhan keselamatan melalui Yesus Kristus, serta menggunakan praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.
Perlu diperhatikan bahwa setiap kelompok di atas memiliki pandangan sendiri tentang keyakinan mereka. Namun, dari perspektif umat Kristen yang taat pada Alkitab, ajaran-ajaran tersebut dianggap menyimpang dari kebenaran Injil.
PANDUAN PRAKTIS: CARA MENGIDENTIFIKASI DAN BERKOMUNIKASI DENGAN YANG TERJEBAK KESESATAN
Bagaimana Mengidentifikasi Ajaran Sesat?
1. Bandingkan dengan Alkitab
Ajaran yang benar akan selalu selaras dengan seluruh Firman Tuhan, bukan hanya sebagian ayat yang dipilih-pilih. Ucapkan doa sebelum membaca Alkitab dan mintalah Roh Kudus untuk membimbing pemahaman Anda.
2. Periksa Ajaran tentang Yesus
Setiap ajaran yang mengurangi atau mengubah sifat Yesus sebagai Allah yang menjadi manusia, Juruselamat yang mati dan bangkit, adalah tanda yang perlu diwaspadai.
3. Perhatikan Fokus Ajaran
Jika ajaran lebih fokus pada pemimpin manusia, aturan khusus, atau manfaat duniawi ketimbang pada Kristus dan keselamatan-Nya, perlu diwaspadai.
4. Lihat Dampak pada Kehidupan Orang
Ajaran yang benar akan menghasilkan buah roh (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kesopanan, pengendalian diri) seperti yang tertulis di Galatia 5:22-23. Ajaran sesat cenderung menghasilkan perpecahan, ketakutan, atau keserakahan.
Cara Berkomunikasi dengan Orang yang Mengikuti Ajaran Sesat
1. Mulai dengan Kasih dan Hormat
Dengarkan dengan seksama alasan mereka mempercayai ajaran tersebut tanpa langsung menghakimi. Tunjukkan bahwa Anda peduli pada mereka sebagai orang, bukan hanya ingin mengubah keyakinannya.
2. Berdasarkan Alkitab
Ajak mereka untuk membaca ayat-ayat Alkitab bersama dan diskusikan dengan lembut. Jangan menggunakan bahasa yang menyudutkan, tetapi ajak mereka untuk melihat keseluruhan konteks Firman Tuhan.
3. Berdoa untuk Mereka
Doa adalah kekuatan terbesar kita. Mintalah Tuhan untuk membuka hati mereka dan memberikan kesadaran akan kebenaran Injil.
4. Jaga Hubungan
Jangan putus hubungan meskipun ada perbedaan pendapat. Jadilah contoh kehidupan yang penuh kasih dan buah roh, karena contoh nyata seringkali lebih berharga daripada kata-kata saja.
5. Tahu Batasan Anda
Jika percakapan mulai menyebabkan konflik yang tidak sehat, jangan ragu untuk menghentikannya dengan lembut dan terus berdoa. Kadang-kadang hanya Tuhan yang bisa menyentuh hati seseorang pada waktunya yang tepat.
6. Ajak ke Gereja yang Ajarkan Alkitab dengan Benar
Undang mereka untuk datang ke ibadah atau kajian Alkitab di gereja Anda, dengan menyatakan bahwa tujuan Anda adalah untuk saling belajar dan bukan untuk memaksa.
KESIMPULAN: KEBENARAN YANG MENYELAMATKAN, KEBENARAN MEMBEBASKAN
Kita harus tegas menyatakan bahwa ajaran sesat adalah sesat karena Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Dampaknya sangat luas—baik bagi individu, gereja, maupun masyarakat. Sebagai umat dan pemimpin gereja, kita harus tetap setia pada Firman Tuhan dan menjaga kemurnian iman.
Namun, dalam menyampaikan kebenaran, kita juga harus mengikuti teladan Yesus: Dia membenci ajaran sesat, tetapi mengasihi orang yang tersesat. Kita harus tegas pada doktrin, namun lembut terhadap mereka yang terjebak dalam kesesatan, mengajak mereka kembali kepada Tuhan yang penuh kasih. Matius 18:12-14 mengajarkan kita untuk mencari domba yang hilang dengan penuh kasih—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membawanya kembali kepada Allah yang penuh kasih.
Penulis:
Pdt. Horas Sianturi SH. MH. MTh.
Ketua Sinode Gereja Cahaya Kemuliaan
Pematangsiantar, Sumatera Utara
