-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Konspirasi Berjamaah : Rehabilitasi Jaringan Irigasi Didirikan Diatas Lumpur

Rabu, 04 November 2026 | November 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-04T14:16:50Z


Simalungun - Sumut pos.id,Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Laras II Batu IV, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, menuai sorotan warga. Pasalnya, proyek yang tidak memaparkan volume pengerjaan tersebut dibangun langsung di atas genangan lumpur dan aliran air, tanpa pengeringan dan pemadatan terlebih dahulu.


Pantauan kru media di lokasi (19/10), terlihat batu cadas dan adukan semen langsung dipasang di atas lumpur. Air masih mengalir di pinggiran galian, namun pekerja tetap melakukan pemasangan pondasi hingga dinding saluran irigasi.


“Jelas ini menyalahi teknik. Seharusnya air dikeringkan dulu pakai pompa, lumpur dikeruk, baru dipadatkan. Kalau langsung cor di atas lumpur, pondasi tidak akan kuat. Paling dua bulan sudah miring dan retak," ujar warga, petani setempat.


Akibat teknik yang diduga asal jadi tersebut, kualitas bangunan tersebut diragukan dan berpotensi mengalami retak, miring, dan bocor. Yang mana dapat mengakibatkan kerusakan sawah petani dan kegagalan panen disekitar aliran air.


Data dari papan proyek, kegiatan tersebut berjudul Rehabilitasi Jaringan Irigasi Di Laras II Batu IV/Pantoan, dengan nilai kontrak Rp 397.807.000 tanpa informasi sumber dana. Pelaksana CV. Artama Abadi.


Sitorus salah satu tokoh masyarakat setempat, menilai pekerjaan ini berpotensi merugikan petani dan keuangan negara.


“Ada tiga pelanggaran teknik di sini: pertama, tidak ada pekerjaan dewatering (pengeringan). Kedua, tidak ada pekerjaan pemadatan tanah dasar. Ketiga, mutu beton (adukan semen) diduga tidak sesuai karena adukan tercampur lumpur. Kami minta PPK dan Konsultan Pengawas bertanggung jawab,“ tegasnya.


Ia mendesak Dinas PUTR dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun untuk segera melakukan audit dengan teliti.


“Kami meminta APH bertindak tegas mengaudit, jangan ada kongkalikong antara APH, Dinas terkait dan Pemborong,“ ucapnya.


Miris, hingga berita ini diterbitkan, Rijal Lubis selaku Kabid PSDA Dinas PUTR Simalungun masih memilih bungkam ketika dikonfirmasi melalui selulernya. Bungkam PPK Dinas Penyelenggara kegiatan tersebut menyisakan tanya, apakah dugaan penyimpangan tersebut atas seijin beliau atau justru dianjurkan oleh Dinas PUTR Simalungun? 


Editor / Penulis: Tim Redaksi/Parulian.T
Sumber Foto: Istimewa

×
Berita Terbaru Update