-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

​Detik-Detik Mencekam Gunung Anak Krakatau Erupsi di Selat Sunda, Kapal Dilarang Mendekat Radius 5 Mil!

Minggu, 05 Juli 2026 | Juli 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-05T03:11:16Z

 

SUMUTPOS.ID – Sebuah video amatir berdurasi singkat merekam momen mencekam sekaligus memukau saat Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang intens di perairan Selat Sunda pada tanggal 3 Juli 2026.

Dalam rekaman video yang diambil dari atas dek sebuah kapal, terlihat jelas semburan api merah membara berulang kali keluar dari puncak gunung di tengah kegelapan malam. Situasi semakin dramatis ketika kilatan petir vulkanik berwarna ungu terang sesekali menyambar di sekitar kolom asap, menciptakan pemandangan yang mengerikan sekaligus menakjubkan bagi para penumpang kapal yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Merespons peningkatan aktivitas ini, otoritas pelayaran melalui Merak VTS langsung mengeluarkan peringatan navigasi (Securite) darurat kepada seluruh kapal yang melintas di sekitar Selat Sunda.

​"Peringatan navigasi hari ini, pada tanggal 3 Juli 2026. Seluruh kapal yang melintas di perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau," ujar operator radio dalam rekaman tersebut.


​Gunung Anak Krakatau saat ini dilaporkan berada pada koordinat 06°06'136" South dan 105°25'417" East. Demi keselamatan pelayaran, pihak berwenang secara tegas melarang seluruh jenis kapal untuk mendekati area kawah aktif.

 

​"Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 5 nautical mile (mil laut) dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau, sesuai rekomendasi PVMBG selama status Level III atau Siaga masih berlaku," lanjut petugas dalam siaran radio peringatan tersebut.


​Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). Para nakhoda kapal dan nelayan setempat diimbau untuk terus memantau perkembangan radio navigasi dan mematuhi zona aman demi menghindari bahaya material vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terlontar. (Red)

×
Berita Terbaru Update