Aceh Tamiang, Sumutpos.id|
6 Januari 2026 —
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menggenjot upaya pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu fokus utama yang menjadi prioritas adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, sebagai bagian penting dari pemulihan kehidupan pascabencana.
Sebagai langkah konkret, Polri membangun ratusan sumur bor air bersih yang tersebar di berbagai fasilitas umum dan permukiman warga. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 177 titik sumur bor telah dibangun dan aktif di 12 kecamatan dan 66 desa di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan sumur bor tersebut menyasar lokasi-lokasi strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, antara lain 48 titik di tempat ibadah, 62 titik di sarana pendidikan, 18 titik di fasilitas kesehatan, 14 titik di kantor pemerintahan, 31 titik di permukiman warga, 2 titik di area publik, serta 2 titik di lokasi pengungsian.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kunci utama dalam proses pemulihan pascabencana.
“Polri bergerak cepat untuk memastikan masyarakat terdampak segera memiliki akses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan permukiman. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Trunoyudo.
Secara keseluruhan, Polri menargetkan pembangunan 389 titik sumur bor di Provinsi Aceh, dengan rincian 300 titik di Kabupaten Aceh Tamiang dan 89 titik di kabupaten/kota lainnya. Hingga 5 Januari 2026, sebanyak 208 titik sumur bor telah berhasil direalisasikan di wilayah hukum Polda Aceh.
Selain Aceh Tamiang, pembangunan sumur bor air bersih juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain, di antaranya Aceh Utara (9 titik), Pidie Jaya (5 titik, 1 aktif dan 4 dalam proses), Kota Langsa (7 titik), Aceh Timur (9 titik), serta Nagan Raya dan Aceh Singkil masing-masing 2 titik. Sementara di Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, dan Pidie, masing-masing telah dibangun 1 titik sumur bor yang aktif.
Dari total 177 sumur bor di Aceh Tamiang, diketahui 3 titik merupakan sumur bor dalam dengan kedalaman 60–100 meter, sementara 160 titik lainnya merupakan sumur bor dangkal dengan kedalaman 20–40 meter.
Polri memastikan pembangunan sumur bor air bersih akan terus berlanjut hingga seluruh target terpenuhi. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana banjir bandang, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.
(RED-SP.ID/Rahmat Hidayat)


